Berita

KOTABARU, – Mundurnya kontraktor pemenang lelang proyek peningkatan ruas jalan Lontar – Tanjung Seloka memantik perhatian Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis.

Bahkan, usai mendengar kabar tersebut, Syairi langsung menemui Sekdakab Kotabaru Said Akhmad yang merupakan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah  (TAPD) Kotabaru.

Syairi mengungkapkan, jika proyek yang bersumber dari DAK itu sampai gagal dilaksanakan, otomatis dananya akan tertarik kembali ke pusat.

“Imbasnya masyarakat setempat akan dirugikan secara langsung, karena gagal merasakan jalan aspal Lontar – Tanjung Seloka, ” kata Syairi

Ihwal mundurnya kontraktor pemenang lelang tersebut, Syairi bilang ada beberapa faktor yang melatarbelakangi, namun pihaknya belum mengetahui pasti.

Yang jelas, lanjut Syairi, pihaknya melihat bahwa masa kontrak itu telah melampaui ketentuan, dimana masa kontrak mestinya dilakukan 14 hari setelah pemenang lelang ditetapkan.

Disitulah katanya, yang mungkin terlalu berlarut-larut, mengingat waktu sudah memasuki bulan lima tapi kontrak tidak dilakukan, otomatis masa pekerjaan membutuhkan waktu yang panjang.

“Mungkin ada kekhawatiran soal waktu pekerjaan dari kontraktor, nah ini yang akan coba kami perdalam pada SKPD terkait, ” jelasnya.

Syairi pun berharap instansi yang berwenang bisa segera menyelesaikan persoalan tersebut agar proyek bisa jalan. Jangan sampai hal-hal teknis sekecil apapun memperlambat pekerjaan itu.

“Saya sangat menyayangkan jika ada hal teknis yang sebenarnya tidak terlalu penting menghambat proses pekerjaan ini, karena yang dirugikan nantinya adalah masyarakat setempat,” pungkas Syairi.(Humas)