Kotabaru - Ketua DPRD Kabupaten Kotabaru Syairi Mukhlis
menganggapi keluhan petani kelapa sawit yang kesulitan menjual tandan buah
segar (TBS) akibat grup Sinarmas tidak menerima hasil buah dari petani.
"Berdasarkan pengumuman yang disampaikan pihak managemen Sinarmas Group
bahwa penampungan milik mereka saat ini dalam kondisi penuh, jadi
pihaknya tidak bisa menerima hasil panen dari petanai," katanya dilaporkan
Senin.
Menurut Ketua DPRD Kotabaru ini sangat merugikan petani kelapa sawit kita,
karena mereka tidak bisa menjual buah ke pabrik.
Syairi mengemukakan ada beberapa pabrik kelapa sawit (PKS) yang melayani
pembelian TBS dari petani swadaya, namun antreannya masuk ke PKS tersebut cukup
panjang sehingga mengganggu aktifitas para petani.
Melihat kondisi tersebut, Ketua DPRD Kotabaru itu langsung berkoordinasi dengan
pimpinan Sinarmas Group Wilayah Kalsel.
"Manajemen mengaku kondisi penampungan tangki crude palm oil (CPO) yang
disampaikan ke kami sementara full jadi tidak bisa menampung lagi,"
ujarnya.
Syairi Mukhlis juga langsung berkoordinasi dengan Dinas Perkebunan Kabupaten
Kotabaru dan Provinsi Kalsel untuk mencari solusi yang harus diambil agar
masalah tersebut terselesaikan.
Dari hasil koordinasi tersebut, bahwa Dinas Perkebunan Provinsi Kalsel sudah
memanggil seluruh PKS yang ada di Kalimantan Selatan, mereka langsung melakukan
rapat kerja namun sampai sekarang belum ada informasi yang disampaikan. ( Humas
)